APIPATIK AQIQAH
SOLUSI CERDAS DAN
MUDAH BAGI YANG MEMBUTUHKAN DOMBA/ KAMBING UNTUK KEPERLUAN QURBAN,
AQIQAH,HAJATAN DAN ACARA YANG LAINNYA.
SEGERA HUBUNGI
KAMI :
Bp. Nurtolik alamat: ds. Kedunguter rt. 01 rw. 01 brebes- jateng
52251 hp: 088809431918
DAFTAR HARGA HEWAN
QURBAN 2013
|
DAFTAR HARGA HEWAN
QURBAN APIPATIK AQIQAH
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
KHASIA DAGING KAMBING UNTUK KESEHATA
Author: NURTOLIK
Jika anda menderita darah rendah maka makanlah sate kambing,
begitulah banyak orang berkelakar akan manfaat daging kambing. Tetapi bagi yang
memiliki tekanan darah tinggi berhati-hatilah dengan kambing.
Daging kambing ternayata
lebih menyehatkan ketimbang jenis daging lainnya. Dalam 100 gram daging kambing
terdapat 154 kalori, 9.2 mg lemak, 3.6 mg lemak jenuh. Selain itu, daging
kambing juga salah satu sumber zat besi, vitamin B, kolin, dan selenium
terbaik. Namun, lemak kambing justru memiliki persentase kolesterol lebih
tinggi jika dibandingkan dengan daging ayam atau sapi. Maka itu, lebih baik
mengonsumsi daging kambing yang berusia dibawah 6 bulan meski harganya mungkin
sedikit lebih mahal.
Rata-rata bagi yang
memiliki penyakit darah rendah, dianjurkan 2 hari sekali untuk memakan sate
kambing, terutama bagian hatinya beberapa tusuk untuk meningkatkan tekanan
darah. Memang belum ada uji medis tentang hal tersebut, tetapi telah banyak
bukti bahwa memakan daging kambing dapat meningkatkan tekanan darah.
Torpedo kambing juga
banyak diburu kaum lelaki karena khasiatnya untuk meningkatkan potensi seksual.
Tetapi untuk masalah vitalitas seksual ini tidak hanya torpedo kambing saja,
banyak yang meyakini bahwa empedu kambing juga cukup berkhasiat. Perbedaannya
adalah, jika topedo harus dimask/disate, sedangkan empedu harus ditelan
mentah-mentah. Bahkan mengonsumsi empedu kambing juga dapat menyembuhkan
penyakit malaria. Dalam beberapa buku pengobatan Cina, memang terdapat empedu
untuk mengobati malaria, misalkan empedu ular. Akan tetapi ternyata empedu
kambing juga memiliki khasiat yang sama dengan empedu ular.
Ada satu lagi khasiat
dari kambing yang perlu diketahui, yaitu susu. kambing terutama jenis kambing
etawa, memiliki banyak kelebihan dibanding dengan susu hewan pemamah biak yang
lain. Susu kambing mengandung Flourin yang kadarnya 10-100 kali lebih besar dar
pada susu sapi dan bersifat anti bakteri, memiliki protein, lemak yang
mudah dicerna, sodium (Na), fosfor (P), serta kandungan kalsium (Ca) yang
tinggi.
Susu kambing sangat baik
bagi penderita penyakit kulit, seperti eksim serta gatal-gatal. Tidak hanya
itu, susu kambing juga dapat mengembalikan kesehatan seorang ibu yang baru
melahirkan, menyembuhkan pendarahan sesudah melahirkan, memulihkan zat besi
sesudah haid, menyembuhkan penyakit kurang darah, menghambat kerapuhan tulang
(osteoporosis), mengatasi penyakit TBC dan asma, bahkan mampu mengontrol kadar
kolesterol dalam darah, menyembuhkan asam urat tinggi serta kelainan ginjal
yang disebut Nepbratic Syndrom.
Sumber: Buku Ensiklopedi
Binatang Penyembuh oleh Astri D Hadi
PEMASARAN UNTUK KANBING
Author: NURTOLIK
Biasanya, kambing potong
dipasarkan bersamaan dengan domba, bahkan dengan sapi di pasar hewan.
Daging asal ruminansia kecil ini mempunyai pasar yang sangat spesifik, tetapi
membutuhkan jumlah ternak yang tidak sedikit. Pasar bagi daging dapat
digolongkan menjadi dua bagian besar, yaitu pasar tradisional bagi
masyarakat perdesaan dan sebagian masyarakat kota serta pasar khusus bagi
masyarakat kota. Kedua jenia konsumen daging kambing ini memiliki karakteristik
yang berbeda.
Konsumen masyarakat kota
lebih memperhatikan masalah kesehatan hewan (daging), cara penanganan,
dan pembagian jenis daging. Sementara, konsumen dari pasar tradisional
tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Di pasar tradisional,
daging kambing dibeli pedagang dari peternak yang kemudian dipotong di rumah
pemotongan hewan atau dipotong sendiri. Penjualan daging ini dilakukan di pasar
umum. Masyarakat kota umumnya membeli hewan (daging) dari pedagang daging yang
telah disertifikasi. Daging dipotong di rumah pemotongan hewan dan
dijual di supermarket atau di toko khusus yang menjual daging. Sementara di
hotel dan restoran, selain membeli dari supermarket, pengelolanya juga membeli
dari pemasok yang khusus mengantarkan daging ke restoran sesuai dengan pesanan.
Tingkat permintaan
daging kambing tidak terlalu fluktuatif sepanjang tahun. Namun, permintaan akan
meningkat dengan cepat pada saat Hari Raya Idul Adha. Pada hari raya tersebut,
permintaan daging akan meningkat dan harga pun akan naik. Pada Hari Raya Idul
Adha, kambing yang dijual hidup harus sehat dan tidak cacat. Pasar potensial
lain yaitu pedagang sate, gulai, tongseng dan sup kambing.
JENIS PENYAKIT PADA KAMBING DAN PENGENDALIANNYA
Author: NURTOLIK
Berikut ini kami ingin
berbagi informasi seputar jenis-jenis penyakit yang sering dialami oleh kambing
dan juga penyebab munculnya penyakit beserta cara pengendaliannya.
1. Pneumonia
Umumnya, serangan
pneumonia disebabkan keadaan udara yang lembap, dingin dan kotor. Pneumonia
sering menyerang kambing yang kurang baik pemeliharaannya. Kambing yang
terserang pnemonia menunjukkan gejala seperti sulit bernafas, nafsu makan
hilang, sering batuk dan demam.
Pencegahan pneumonia
bisa dilakukan dengan cara menjaga kandang agar tidak lembap, selalu bersih,
serta memperbaiki sirkulasi udara, tidak ada genangan air di sekitar kandang,
menutup kandang jika angin kencang, dan memisahkan kambing yang sakit dengan
kambing yangs ehat. Pengobatan dapat dilakukan dengan memberikan preparat
antibiotik, tetapi harus sepengetahuan dokter hewan atau mantri hewan setempat.
2. Konstipasi
Konstipasi biasa
menyerang anak kambing karena kotoran pertama yang berwarna hitam mengental dan
keras. Akibatnya, kotoran yang biasanya dikeluarkan beberapa jam setelah
kelahiran tersebut tidak bisa keluar. Gejala konstipasi terlihat dari anak
kambing yang memperlihatkan tanda-tanda susah buang kotoran, berguling-guling,
dan sering mengembik.
Pencegahan pada penyakit
ini dapat dilakukan dengan cara memberikan pakan yang cukup. Sementara itu,
pengobatan konstipasi dapat dilakukan dengan memberikan minyak sayur sebanyak
satu sendok makan pada kambing.
3. Kembung (Bloat)
Penyakit kembung terjadi
karena kambing dilepas dan memakan rumput yang masih basah, sehingga timbul gas
dalam pencernaan yang tidak bisa dikeluarkan dari dalam perut. Kambing yang
menderita kembung terlihat dari bagian perut sebelah kirinya yang membesar,
punggung membungkuk, dan frekuensi pernapasan meningkat. Penyakit kembung yang
tidak segera diatasi dapat menyebabkan kematian.
Pencegahan penyakit ini
dapat dilakukan dengan tidak memberi kambing pakan yang masih basah atau tidak melepas
kambing yang lapar terlalu pagi, karena rumput masih basah oleh embun.
Pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan cara menekan-nekan perut bagian
bawah dengan menggunakan bambu utuh. Sambil ditekan dengan bambu, angkat hewan
sampai gas keluar.
4. Ecthyma Contagiosa
(Orf)
Penyakit ecthyma
contagiosa disebabkan virus yang bersifat zoonosis, yaitu bisa menular kepada
manusia. Gejalanya terdapat luka di sekitar mulut yang bisa menyebar ke
sela-sela kuku. Akibatnya badan kambing menjadi kurus karena nafsu makan
menurun. Penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya setelah 4 minggu. Namun
bisa mengakibatkan kematian jika terjadi infeksi sekunder.
Pencegahan penyakit ini
bisa dilakukan dengan mengkarantinakan kambing yang berasal dari tempat lain
selama 2-3 minggu atau mengisolasi kambing yang diduga menderita penyakit
tersebut. Pengobatan dilakukan dengan memberikan antibiotika leukomosin.
Antibiotik tersebut untuk mencegah infeksi sekunder yang bisa menyebabkan
kematian.
5. Keracunan
Keracunan disebabkan
kambing mengonsumsi pakan hijauan yang mengandung racun. Gejalanya,
kambing mengalami kejang-kejang, mulut berbusa, selaput lendir mata berwarna
kebiru-biruan, dan kotoran bercampur darah. Pada kondisi yang parah bisa
menyebabkan kematian yang mendadak.
Pada kasus keracunan
yang diketahui secara dini, pemberian tablet norit atau air kelapa muda bisa
menyelamatkan kambing dari kematian. Namun jika sudah akut, kambing sulit
tertolong. Pencegahan dilakukan dengan cara tidak memberikan hijauan yang
mengandung racun, seperti daun singkong segar, dan hijauan yang masih muda.
Selain itu, harap diperhatikan tempat dimana kambing digembalakan, jangan
sampai ada tanaman beracun yang bisa termakan oleh kambing. Daun singkong dan
hijauan lain dapat diberikan jika dilakukan terlebih dahulu selama 3-4 jam.
6. Cacingan
Cacingan disebabkan oleh
serangan cacing haemonchus cocortus yang hidup bersama cacing lain. Cacing ini
melekat pada selaput usus dan mengisap sari makanan. Kambing penderita cacingan
tidak bisa gemuk, meskipun makannya banyak. Biasanya anak kambing berumur 3-4
bulan yang terserang penyakit ini bisa menjadi kurus, bahkan mengalami
kematian.
Gejalanya yaitu kambing
susah buang kotoran, kotoran yang keluar pada awalnya keras lalu lunak dan
akhirnya mencret, akibatnya bulu dekat anus menjadi kotor oleh kotoran mencret.
Selain itu, perut kambing terlihat besar, bulunya kasar (tidak mengilap), dan
terlihat lesu.
Pencegahan penyakit
cacingan dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan kandang dan
menggembalakan kambing pada siang hari agar tidak ada lagi telur cacing yang
menempel di rumput. Seluruh kambing diberi obat cacing, terutama bila ada
kambing yang terserang cacingan. Untuk obat cacing yang biasa digunakan antara
lain cetarin concurat,wormex powder, atau pheno plus dosis
5-10 g/ekor, diberikan melalui air minum setiap 3 bulan sekali. Atau sesuai
dosis yang ada dalam kemasan. Sebelum pemberian obat cacing, kambing dipuasakan
terlebih dahulu selama 12 bulan.
Sumber: Buku Petunjuk
Praktis Menggemukkan Domba, Kambing, dan Sapi Potong
Author: NURTOLIK
Dalam
kehidupannya, ternak kambing memerlukan beberapa jenis pakan.
Berikut adalah penjelasan tentang jenis-jenis pakan yang diperlukan oleh
kambing.
JENIS PAKAN TERNAK KAMBING
1. Pakan Hijauan
Pakan hijauan terdiri
dari dua jenis, yaitu pakan dari rumput-rumputan dan pakan dari legume. Pakan
rumput-rumputan diantaranya rumput gajah, rumput benggala, rumput raja dan
turi. Sedangkan contoh pakan legume antara lain seperti lamtoro, kaliandra,
kacang-kacangan, dan harendong. Namun, daun-daunan hijau lebih disukai oleh
kambing dibandingkan rumput. Komposisi masing-masing pakan tergantung pada
kebutuhan ternak, yaitu antara kambing menyusui, pemacek dan dewasa.
Campuran daun-daunan dan
rumput dengan perbandingan 1 : 1 akan saling melengkapi dan menjamin
ketersediaan gizi yang lebih baik. Di samping itu, kambing tidak cepat bosan
melahap pakan hijau yang tersedia. Hindari pemberian hijauan yang masih muda.
Jika terpaksa digunakan hendaknya diangin-anginkan terlebih dahulu selama 3-4
jam, untuk menghindari terjadinya bloat (kembung) pada
kambing.
2. Pakan Limbah Industri
dan Pertanian
Selain pakan hijauan,
kambing juga menyukai pakan yang berasal dari limbah pertanian. Limbah industri
yang dapat dijadikan pakan antara lain seperti ampas tahu, ampas tempe, ampas
singkong, bungkil kedelai, bungkil kacang tanah, dedak padi, dan dedak jagung.
Sementara contoh limbah pertanian antara lain seperti jerami padi, jerami
jagung, daun singkong, daun nangka dan limbah kelapa.
3. Pakan Tambahan
Pakan tambahan berguna
untuk memenuhi kebutuhan mineral dan meningkatkan nafsu makan. Selain itu,
pakan tambahan ini bermanfaat untuk menutupi kekurangan zat gizi yang terdapat
pada hijauan. Sumber pakan tambahan berupa campuran mineral (mineral mix) dari
garam dapur, kapur, dan premix.
Sumber: Buku Petunjuk
Praktis Menggemukan Domba, Kambing & Sapi Potong
PERSYARATAN TEKHNIS PADA
KANDANG KAMBING
Lokasi kandang kambing
sebaiknya jauh dari pemukiman penduduk, berada diatas tanah yang padat atau
tidak mudah becek ketika hujan, cukup sinar matahari, kelembapan 60-70%, dekat
dengan sumber air, dan mudah dijangkau oleh kendaraan umum. Kandang hendaknya
dibuat membujur dari arah timur ke barat, diusahakan juga kandang menghadap
timur agar sinar matahari pagi dapat masuk ke dalam kandang.
Apabila lokasi
peternakan berada di daerah yang embusan anginnya kencang, peternak hendaknya
menanami sekeliling kandang dengan pepohonan agar dapat melindungi kandang dari
embusan angin keras secara lansgung. Selain mengurangi embusan angin, daun dan
buah pohom dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak.
Ukuran Kandang Kambing
Seekor kambing dewasa
membutuhkan ruang seluas 1 x 1.5 m. Dengan begitu, kandang seluas 1.5 x 10 m
cukup untuk menempatkan 10 ekor kambing. Tinggi lantai dari permukaan tanah
75-100 cm. Sekat kandang sebaiknya dapat digeser agar mudah mengatur ruangan
sesuai kebutuhan dan tingginya 70-80 cm. Dasar kolong kandang dibuat dari bahan
semen untuk menampung dan mempermudahkan peternak membersihkan kotoran.
Bahan Penyusun Kandang
Kambing
Atap dari kandang
kambing disarankan terbuat dari bahan-bahan yang ringan. Sebaiknya menggunakan
rumbia, seng, asbes, alang-alang, genting sebagai bahan yang digunakan sebagai
atap kandang. Untuk daerah yang bersuhu panas, disarankan menggunakan bahan
yang daya serapnya kecil seperti rumbia atau genting. Sementara itu, untuk
lokasi yang bersuhu dingin disarankan atap terbuat dari bahan yang daya serap
panasnya tinggi.
Untuk alas kandang
kambing bisa langsung menggunakan tanah atau terbuat dari semen, papan, atau
belahan bambu, tergantung jenis kandang yang digunakan. Lantai kandang dibuat
miring kurang lebih 10 derajat dan bahannya harus mudah menyerap air agar
kandang tetap kering ketika dibersihkan. Dinding kandang dapat dibuat dari
belahan bambu, kayu bekas bangunan atau bahan-bahan lain yang mudah diperoleh
di daerah setempat.
Sumber: Buku Petunjuk
Praktis Menggemukkan Domba, Kambing, & Sapi Potong
Berikut adalah beberapa
hal yang biasa dilakukan untuk melakukan perawatan pada kambing.
1. Sanitasi Pada Kandang
Kambing
Kandang kambing harus
dibersihkan rutin setiap pagi, terutama lantai yang penuh dengan kotoran
kambing. Tempat pakan dan tempat minum juga harus dibersihkan tiap hari untuk mencegah
penyebaran penyakit melalui makanan dan minuman. Setidaknya setiap 6 bulan
sekali kandang sebaiknya dikosongkan dan disemprot dengan disinfektan dengan
tujuan membunuh mkroba penyebab penyakit.
2. Pemberian Obat Cacing
Pada Kambing
Cacing merupakan parasit
dalam tubuh yang mengakibatkan ternak menjadi kurus, meskipun telah makan
banyak. Umumnya, obat cacing diberikan 2-3 bulan sekali, lewat mulut atau lewat
suntikan. Obat cacing yang diberikan lewat mulut adalah albandazolesebanyak
10-20 mb/kg BB (berat badan kambing yang diberi obat), febendazole sebanyak
0,2-0,25 ml/kg BB. Sementara obat yang diberikan lewat suntikan adalah dovanilesebanyak
0,1 ml/kg BB.
Vaksinasi untuk ternak
kambing biasanya dilakukan oleh mantri hewan atau petugas dinas peternakan
secara serentak di wilayah tertentu yang diduga akan terjadi penyebaran
penyakit menular. Vaksinasi terutama dilakukan untuk mencegah terkena penyakit
mulut dan kuku (PMK) serta dakangan (orf).
3. Pencukuran Bulu
Kambing
Bulu kambing perlu juga
dicukur untuk mengatur panas tubuh dan menjaga kesehatan kambing. Pencukuran
bulu kambing biasanya dilakukan setelah kambing dimadikan. Ketika dicukur, kaki
kambing perlu diikat untuk mempermudah pencukuran bulu.
4. Pemotongan Kuku Pada
Kambing
Kuku kambing yang
panjang akan membuat kambing mudah terkena infeksi, terpeleset dan tidak bisa
menjaga keseimbangan ketika berjalan. Karena itu, kuku yang sudah panjang harus
dipotong dengan gunting tajam, setidaknya setiap dua bulan sekali. Selain itu,
kotoran yang berada di sela-sela kuku juga harus dibersihkan.
5. Pemotongan Tanduk
Kambing Bakalan
Tanduk kambing yang
tajam bisa melukai kambing lain yang sekandang. Selain itu, fungsi tanduk dalam
peternakan sering kali tidak diperlukan. Karena itu, ketika kambing berumur 2-3
bulan, peternak akan memanasi tempat tumbuh tanduk dengan cara menempelkan besi
membara di tanduk. Kemudian, bagian yang dipanasi tadi diolesi dengan vaselin
atau salep antibiotik untuk mencegah infeksi. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah
tumbuhnya tanduk. Namun, kegiatan ini kurang efisien karena sering membuat
kambing menjadi stres.
6. Mengeluarkan Kambing
Dari Kandang (Olahraga)
Berdasarkan pengalaman
peternak, kambing yang sering dikeluarkan dari kandang memiliki tingkat pertumbuhan
dan daya tahan yang lebih bagus dibandingkan dengan kambing yang terus
dikandangkan. Aktivitas kambing di luar kandang juga membantu kambing dalam
mengendorkan otot-otot. Untuk sistem pemeliharaan secara intensif, biasanya
kambing tidak digembalakan keluar kandang.
7. Memberi Tanda Pada
Kambing
Untuk memudahkan
pengenalan, ternak perlu diberi tanda pengenal. Di beberapa peternakan yangg
sudah maju, setiap kambing memiliki tanda yang khas. Misalnya, diberi nomor
pada telinga dengan cara mentatonya, memberikan kalung bernomor di setiap leher
ternak atau dengan memakaikan nomor tag.
Sumber: Buku Petunjuk
Praktis Menggemukkan Domba, Kambing dan Sapi Potong
Author: NURTOLIK
Berdasarkan jumlah
kambing yang diternakan, kandang dibagi dua jenis. yaitu kandang individu dan
kandang koloni. kandang individu biasa digunakan untuk induk kambing yang
sedang bunting, laktasi atau pejantan. Sementara itu, kandang koloni biasa
digunakan untuk pembesaran.
Sedangkan dari jenis
konstruksi, kandang kambing dibedakan menjadi kandang lemprak dan kandang
panggung. Berikut penjelasan kedua tipe kandang tersebut.
1. Kandang Lemprak
Kandang lemprak
dicirikan dengan lantai yang menggunakan tanah sebagai alas. Lantai sebaiknya
dibuat dari semen dengan corak kasar agar lantai tidak licin dan mudah
dibersihkan. Lantai juga dibuat sedikit miring ke satu arah untuk mencegah
adanya genangan air setelah kandang dibersihkan.
2. Kandang Panggung
Kandang panggung
dicirikan dengan adanya tiang penyangga, sehingga lantai berada di atas tanah, dan
berjarak 0,5 – 1 M dari atas permukaan tanah. Lantai kandang panggung biasanya
dibuat dari papan atau potongan bambu dan memiliki tiang penyangga. Konstruksi
kandang panggung lebih disukai dan lebih disarankan untuk digunakan
dibandingkan dengan kandang lemprak, walaupun biaya pembuatannya lebih mahal.
Untuk menghindari kaki
kambing terperosok, diusahakan lubang antar papan atau potongan bambu tidak
lebih besar daripada kaki kambing. Lubang tersebut juga berfungsi untuk
mengeluarkan kotoran sehingga kandang senantiasa dalam keadaan bersih.
Sumber: Buku Petunjuk
Praktis Menggemukkan Domba, kambing, dan Sapi Potong
Author: NURTOLIK
Pemilihan
calon bibit yang bermutu
diperlukan untuk menghasilkan keturunan yang lebih baik. Calon kambing bakalan
sebaiknya berasal dari daerah setempat yang bebas dari penyakit dan beriklim
kurang lebih sama. perlu pilih kambing yang mempunyai surat keterangan kesehatan hewan
dan surat keterangan layak bibit, yang dikeluarkan oleh dinas yang menangani
subsektor peternakan.
Karakteristik kambing bakalan
yang baik, diantaranya memiliki tubuh yang sehat, postur tubuh bagus, mata
bersinar cerah, tajam, tidak cacat tubuh, serta bulunya halus dan mengilap.
Selain itu, kambing memiliki kemampuan pertambahan berat badan yang cepat dan
konversi pakan yang baik.
Bakalan kambing
jantan muda lebih cocok untuk digemukan daripada kambing betina, sebab
pertambahan berat badan kambing jantan lebih tinggi. Disamping itu, kambing
betina masih diperlukan untuk perkembangbiakan anak. Kambing paling responsif
terhadap pakan sejak masa lepas sapi, yaitu saat berumur 7 – 8 bulan sampai
ternak mengalami dewasa kelamin atau berumur 10 – 12 bulan.
Sumber: Buku Petunjuk
Praktis Menggemukkan Domba, Kambing, dan Sapi Potong
Author: NURTOLIK
Pemilihan kambing
bakalan disesuaikan dengan tujuan usaha, misalnya kambing kacang untuk produksi
daging, sedangkan kambing etawa untuk produksi susu. Berikut jenis-jenis
kambing pedaging yang dapat digunakan sebagai ternak.
1. Kambing Kacang
Kambing kacang merupakan
kambing asli Indonesia yang dapat pula ditemukan di Malaysia dan Filipina.
Perkembangbiakan kambing kacang sangat cepat, bahkan pada umur 15-18 bulan
sudah dapat menghasilkan keturunan. Kambing ini cocok digunakan sebagai
penghasil daging dan kulit.
Kambing kacang bersifat prolifik (sering melahirkan anak
kembar 2 atau 3), lincah, dan tahan terhaddap berbagai kondisi, dan mampu
beradaptasi dengan baik di berbagai lingkungan berbeda, termasuk dalam kondisi
pemeliharaan yang sangat sederhana. Bulu kambing kacang cukup pendek dan
berwarna hitam, cokelat, putih, atau campuran ketiga warna tersebut.
2. Kambing Peranakan
Ettawa (PE)
Kambing PE mmerupakan
hasil persilangan antara kambing ettawa (asal India) dengan
kambing kacang. Kambing PE dimanfaatkan sebagai penghasil daging dan susu
(perah). Penampilan kambing PE mirip dengan kambing ettawa, tetapi peranakan
tubuhnya lebih kecil. Peranakan yang penampilannya mirip kambing kacang disebut
bligon atau jawarandu,yang merupakan tipe pedaging.
Karakteristik kambing
PE, antara lain bentuk muka cembung melengkung dan dagu berjanggut, terdapat
gelambir di bawah leher yang tumbuh dari sudut janggut, telinga panjang,
lembek, menggantung, dan ujungnya agak berlipat, ujung tanduk agak melengkung,
tubuh tinggi, pipih, bentuk garis punggung mengombak ke belakang sedangkan bulu
tumbuh panjang di bagian leher, pundak, punggung, dan paha. Bulu paha panjang
dan tebal.
3. Kambing Gembrong
Kambing gembrong
merupakan keturunan kambing angora yang sudah menjadi ras tersendiri di Bali.
Kambing ini berwarna putih, jantan dan betinanya bertanduk, telinga rebah,
serta bulunya lebat dan panjang (terkenal dengan istilah mohar). Berat kambing
gembrong bisa mencapai 32-45 kg/ekor. Pemeliharaan dilakukan
semi-intensif dengan melepasnya di pekarangan dan malam hari tidur di kandang.
4. Kambing Anglo Nubian
Kambing anglo nubian berasal dari daerah Nubia di Timur Laut
Afrika. Ciri-ciri kambing ini yaitu bobot tubuh cukup besar, telinga
menggantung, dan ambing besar. Bulunya berwarna hitam, merah, cokelat, putih,
atau kombinasi warna-warna tersebut. Bobot badan kambing jantan mencapai 90 kg
dan kambing betina 70 kg. Produksi susu 700 kg per periode laktasi.
5. Kambing Boer
Kambing boer berasal
dari Afrika Selatan dan telah masuk ke Indonesia sejak 65 tahun lalu. Kambing
boer adalah kambing pedaging terbaik di dunia. Pada umur 5-6 bulan, berat badan
kambing ini sudah mencapai 35-45 kg dan sudah siap untuk dipasarkan. Namun,
jika dibiarkan sampai usia dewasa (2-3 tahun), bobot badan kambing jantan bisa
mencapai 120 kg.
Kambing boer bertubuh panjang dan lebar, keempat kaki
sangat pendek, warna kulit cokelat, berbulu putih, berkaki pendek, berhidung
cembung, bertelinga panjang menggantung, serta kepala berwarna cokelat
kemerahan atau cokelat muda hingga cokelat tua. Beberapa kambing boer memiliki
garis putih ke bawah di wajahnya. Kambing ini mudah beradaptasi dengan
lingkungan baru, dan memiliki daya tahan tubuh yang sangat bagus.
Kambing boer yang ada di
Indonesia sudah banyak mengalami persilangan dengan kambing lokal Indonesia.
Istilah “kambing boer bangsa murni” akan digunakan oleh registrasi kambing boer
Indonesia jika seekor kambing sudah mencapai paling tidak generasi kelima baik
dari sisi induk maupun pejantan, berdasarkan catatan silsilahnya. Salah satu
contoh hasil persilangan kambing boer adalah boerka yang merupakan hasil
persilangan dengan kambing kacang.
Sumber: Buku Petunjuk
Praktis Menggemukkan Domba, Kambing, dan Sapi Potong
Author: NURTOLIK
Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta adalah pasar
yang besar untuk produk daging. Konsumsi daging setiap tahunnya meningkat
sebesar 4,2% per kapita. Kebutuhan ini semakin tinggi dengan adanya permintaan
daging kurban pada hari Raya Idul Adha. Peningkatan konsumsi daging tersebut
belum dapat diimbangi oleh peningkatan produksi. Apalagi, konstribusi daging
ruminansia kecil pada konsumsi daging nasional hanya sebesar 6%.
Ternak hewan ruminansia berukuran kecil seperti kambing memiliki potensi cukup
besar untuk dikembangkan sebagai sumber pedaging. Beberapa keuntungan beternak
kambing, di antaranya hewan ini mudah beradaptasi dengan lingkunagn, dapat
dipelihara di daerah kering (marjinal), kebutuhan modal lebih rendah
dibandingkan hewan ternak ruminansia besar seperti sapi dan kerbau.
Untuk memenuhi kebutuhan daging
kambing pada masa yang akan datang, salah satu alternatif yang dapat
dilakukan adalah dengan mengembangkan ternak kambing secara konsepsional. Ada
beberapa permasalahan yang dihadapi peternak, yaitu kurang lengkapnya informasi
pasar akan sumber bibit yang bagus, cara beternak kambing yang benar, serta
belum dimanfaatkannya potensi kambing, potensi pasar, dan potensi sumber daya
manusia secara optimal.
Sumber: Buku Petunjuk Praktis Menggemukkan
Domba, Kambing, dan Sapi Potong